User login

Connect
Sign in using Facebook

Inisiatif Perempuan dan Kelestarian Lingkungan

In developing countries, Chan said, women are often the main providers of water, food and fuel. As a result, they possess knowledge on effective and innovative solutions to the growing problems associated with a changing climate.


Kali ini blogactionday, isunya tentang perubahan iklim, saya jadi ingat tulisan saya yang pernah saya sertakan untuk lomba esai Anugerah Herawati Diah tahun 2008, mengenai perempuan, lingkungan dan perubahan. Memang ada ya kaitannya perempuan dengan perubahan iklim? Tentu saja ada.

Sekilas saja mengenai tulisan esai tersebut yang berjudul ‘ Berkarya di Pekarangan: Menjaga Kelestarian dan Memulai Perubahan’ tersebut menceritakan tentang kegiatan perempuan di Desa KarangPatihan, Ponorogo yang didampingi para fasilitator sebuah program pemberdayaan bagi petani lahan kering. Ibu-ibu di Karangpatihan mengawali dari hal yang terdekat dengan keseharian mereka, pekarangan. Iya, mereka menanam kembali apa yang dulu disebut tanaman obat keluarga atau TOGA, atau biasa disebut sebagai empon-empon.


Dari awal yang sederhana itu, beranjak pada tanaman lahan teras, selain untuk ‘menghidupi tanah’ , tanaman di lahan teras bisa mengatasi kesulitan pakan bagi ternak yang selama ini menjadi masalah. Selain itu untuk peningkatan ekonomi, empon-empon yang ditanam tersebut diolah dan dipasarkan, nilai olahan empon-empon salam bentuk racikan memiliki selisih 2000 rupiah lebih tinggi.


Itu saja? Tidak, para perempuan di Karangpatihan yang secara geografis tempat tinggalnya dikelilingi bukit. Melihat kerawanan terhadap bukit-bukit yang jika dilihat dari kejauhan lebih banyak berwarna coklat daripada warna hijaunya, yang artinya? Banyak tanah yang gundul, pohon ditebangi dan bahaya longsor mengintai desa mereka. Kekhawatiran akan kerawanan tersebut membuat ibu-ibu tersebut tergerak untuk melakukan pendekatan terhadap pemilik lahan dan rumah-rumah yang ada di lereng bukit untuk menanam lahan teras dan menanam pohon kembali.

Inisiatif strategis yang diawali hal sederhana dan dekat dengan keseharian. Perempuan dalam sejarah dan dinamikanya memiliki peran penting dalam proses konservasi lingkungan karena kedekatannya dengan alam. Dan tepat seperti yang Susan Griffin, seorang ekofeminis, bahwa perempuan memiliki pengetahuan khusus karena kedekatannya dengan alam dan memiliki peran yang signifikan dalam keberlangsungan alam, yang saat ini tantangan utamanya adalah perubahan iklim.

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options